Berikut 4 cara paling mudah mengelola keuangan usaha kecil (UKM) anda. Mengelola keuangan itu mudah, bisa dilakukan oleh siapa saja. Untuk mengelola keuangan dapat dimulai dari yang paling sederhana, yakni mulai dari mengelola keuangan pribadi hingga saat memiliki bisnis anda sendiri, anda telah terbiasa dengan pengelolaan uang yang baik.
Mulai biasakan untuk mencatat segala aliran keuangan anda. Baik itu catatan pemasukan dan pengeluaran, omzet harian/ mingguan/ bulanan. Persiapkan catatannya dengan baik, sehingga suatu saat ketika usaha anda berkembang besar, anda akan terbiasa. Pentingnya melakukan pencatatan keuangan juga bermanfaat untuk mengukur kinerja dan target perusahaan anda, apakah target tersebut sudah tercapai belum??
Berikut 4 cara sederhana untuk mengelola keuangan usaha kecil anda:
SATU. Pisahkan uang pribadi dengan uang usaha anda. Jangan pernah mencampurkan antara pengelolaan keuangan pribadi dan untuk keperluan usaha anda. Hal ini merupakan salah satu penyebab besar usaha kecil tidak berhasil profit dan bahkan seringkali defisit hingga akhirnya mengalami kebangkrutan.
DUA. Ambil gaji dari hasil keuntungan anda sendiri untuk keperluan pribadi. Jika belum mampu memberi gaji besar kepada diri sendiri, gaji kecil terlebih dahulu asal tercatat. Kalau memang usaha anda belum mampu memberikan gaji, kencangkan ikat pinggang untuk mengerjakan usaha anda tanpa digaji.
TIGA. Manfaatkan pihak ke-3/ gunakan software. Gunakan karyawan atau pihak ke-3 untuk membantu pencatatan pada usaha kecil anda. Jika belum memungkinkan memberdayakan SDM, anda bisa menggunakan software untuk mengelola keuangan. Software manajemen keuangan bisa anda dapatkan di pasaran. Hal ini lebih menghemat waktu dan biaya anda daripada menggaji orang untuk mengelola keuangan anda. Atau anda juga bisa melakukan pencatatan sederhana menggunakan excell.
EMPAT. Siapkan setidaknya 5 buku catatan keuangan secara terpisah yaitu :
- Buku Kas : Berisikan catatan uang masuk dan keluar secara riil.
- Buku Persediaan Barang : Catatan setiap ada penambahan barang yang masuk atau barang yang berkurang karena terjual.
- Buku Pembelian dan Penjualan : Mengenai catatan uang keluar karena kita melakukan pembelian stok barang ke supplier dan catatan uang masuk dari penjualan barang yang kita lakukan.
- Buku Hutang Piutang : Untuk mencatat hutang pelanggan dan piutang anda ke supplier.
- Buku Biaya dan Pendapatan : Berisikan catatan biaya & pendapatan lain selain dari penjualan barang/jasa kita. Biaya lain misalnya tagihan listrik, air, telpon dsb. Sedangakan, pendapatan lain misal dari kita menjual kardus bekas, dsb.




